Rabu, 24 November 2010

RESEPTOR DAN EFEKTOR

RESEPTOR DAN EFEKTOR

Suatu organisme bisa merasakan rangasangan yaitu rangsangan dari dalam dan rangsangan dari luar dengan melalui alat yaitu :
Jika suatu alat rangsangan diterima maka akan menghaslkan suatu rangsangan yang dusebut resptor
Jika suatu rangsangan di tanggap maka akan menghasilkan suatu rangsangan yang disbut efektor.

RESEPTOR
Dilihat dari struktur reseptor terbagi dua yaitu : reseptor saraf yang terdiri dari reseptor sederhana dan rumit dan resptor bukan saraf.
Dilihat dari jenis rangsang resptor terbagi menjadi :
Kemoresptor
Termoresptor
Mekanoresptor
Fotoresptor
Magnetoreseptor
Elektroreseptor

Cara kerja reseptor :
Mekanoresptor akan masuk ke dalam pintu ion yang terbagi menjadi dua yaitu terbuka dan tertutup, dan akhirnya menghasilkan deformasi mekanik. Deformasi mekanik adalah perubahan bentuk protein penyusun pintu ion akibat rangsang mekanik, misalnya sentuhan atau peningkatan tekanan.
Dari deformasi mekanik tersebut akan menghasilkan bentuk fisik protein penyusun pintu ion berubah sedemikian rupa sehingga pintu ion tertentu akan terbuka.
Contoh mekano respetor yaitu proses penerimaan rangsang berupa gelombang suara.

Mekanoresptor pada Invertebrata
Mekanoresptor untuk menerima rangsang akan berpengaruh terhadap tekanan, suara, gerakan.
Dan terdapat pada permukaan tubuhnya yang akan menerima suatu informasi mengenai :
Arah angin
Orientasi tubuh saat bearada di ruangan
Orientasi kecepatan gerakan dan suara.

Mekanoresptor pada Vertebrata
Fungsi :
Memantau panjang otot
Alat pendengaran
Organ keseimbagan

Termoresptor
Termoresptor akan mengalami suatu proses mengenai suhu tinggi danrendah serta perubahan suhu lingkungan sehingga akan mengakibatkan suhu menjadi naik, struktur protein dan enzimakan terganggu da tidak akan berefungsi sehingga reaksi metaboliknya terganggu.
Contoh pada insekta tedapat pada antena dan kaki pada mammalia dikulit dan hipotalamus.

Fotoresptor
Struktur fotoresptor yaitu pada hewan sederhana terjadi secara eye-spot dan pada vertebrata terjadi secaa rumit dan terorganisasi.
Perbedaan cara kerjanya terlaetak pada jenis rangsangyang dapat diterimanya.

Elektroreseptor
Elektroresptor akan menghasilakan medan listrik yang dapat dihasilkan adari aktivitas otot yang didalamnya terdapat organ listrik yang dapat ditemukan pada hewan akuatik yang mampu dideteksi untuik pertahanan dirinya, tedapat pada jenis pisces.

Magnetoresptor
Beberapa jenis hewan memiliki kemampuan untuk berorientasi terhadap medan magnettik bumi yaitu navigasi antara utara dan selatan.
Contoh pada lebah madu yang mampu berkomunikasi sehngga pada akhirnya dapat menemukan sumber makanan.

EFEKTOR
Proses tanggapan terbagi menjadi tiga :
Tanggapan perubahan gerak
Sel mengandung sitoskeleton yang befungsi alat gerak yang menghasilkan aliran sitoplasmik yang akan berkontraksi dan akan diikuti relaksi sehingga menghasilkan proses aktif dan pasif yang berpasangan kerja secara antogonis, ketika aktivitas berulang memerliukan tulang atau rangka fungsinya sebagai tempat bertumpu dan penahan tarikan otot.
Tanggapan Perubahan Warna
Fungsi perubahan warna pada hewan antara lain : untuk menyamar, komunikasi kawin, dan pertahanan diri.
Zat yang berperan aiotu Kromatotor (sel yang mengandung pigmen).
Tanggapan pelepasan arus listrik
Hanya terjadi pada beberapajenis ikan contoh pada ikan Elecreophorus electricus, ia mempunyai organ listrik yang berfungsi sebagai orientasi, komunikasi dan interaksi.
Proses pembentukan arus listrik dengan melalui elektroplat (struktur bersifat seperti saraf dan otot yang disebut dengan badan mioneural yang yang terdiri dari dua sisi yaitu :
Kearah daerah ekor yang mampu menaggapi rangsang yang terdepolarisasi bermuatan negatif (-67mV/plat)
Kearah daerah kepala tidak mampu menanggapi rangsang tidak mampu menaggapi rangsang tidak terdepolarisasi bermuatan positif (+84mV/plat).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar