Fisiologi Saraf
a polarisasi adalah keadaan sel saraf sedang istirahat atau dalam keadaan sedang
tidak menjalarkan rangsang.
b. Depolarisasi
c. Repolarisasi
Periode Refrakter
Periode refraktor absolute ialah jangka waktu tertentu saat sel saraf benar-benar tidak dapat menanggapi rangsang yang diberikan untuk kedua kalinya.
Periode refrakter relatif ialah jangka waktu pada akhir repolarisasi, yang mana sel saraf kemungkinan sudah dapat kembali menanggapi rangsang.
Transmisi Sinaptik
Transmisi elektrik : penjalanan impuls dengan cara konduksi langsung pada
Sinaps yang memiliki celah sempit.
transmisi kimiawi : penjalaran impuls dengan bantuan neutransmiter pada
sinaps yang memiliki celah lebar.
Transmisi Ekitatorik
Transmisi inhibitorik : keadaan sel yang mengalami perubahan elektrokimia
Dengan cara tertentu, yang membuatnya menjadi tidak
Dapat dirangsang, ditandai dengan adanya muatan di
Dalam sel yang menjadi lebih negatif daripada
Sebelumnya disebut HIPERPOLARISASI.
HEWAN TINGKAT YANG PALING SEDERHANA
Organisasi system saraf neuron
Dendrite adalah reseptor yang berfungsi sebagai tanggap terhadap perubahan lingkungan
Akson adalah membentuk sinaps dengan beberapa jenis sel efektor yang mampu melaksanakan fungsi kehidupan.
Jala saraf ialah susunan organisme saraf yang menyerupai jala, dapat ditemukan pada hewan karang dan ubur-ubur. Susunan saraf pada bagian atas ubur-ubur berfungsi untuk mengkoordinasi gerakan,sedangkan jala saraf yang terdapat pada tentakel berfungsi sebagai reseptor sensoris.
Tali saraf ialah susunan organisasi sistem saraf yang berupa traktus atau kumpulan serabut saraf. Jaringan saraf pada daerah kepala biasanya mengalami perkembangan lebih baik dari pada bagian tubuh lainnya. Perkembangan jaringan saraf pada daerah kepala itu di sebut sefalisasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar