Rabu, 24 November 2010

KONSEP FUNDAMENTAL FISIOLOGI HEWAN

KONSEP FUNDAMENTAL FISIOLOGI HEWAN
Ciri Makhluk Hidup.
Makan - Ekskresi
Bernafas - Tumbuh dan berkembang
Bergerak - Adaptasi
Berkembangbiak - Reka rangsang


Fisiologi hewan adalah ilmu pngetahuan yang membahas dan mengkaji mengenai mekanisme kerja fungsi kehidupan dan segala sesuatu yang dilakukan hewan dengan berbagai gejala yang ada pada sistem hidup, serta pengaturan atas segala fungsi dalam sistem hidup.

Claude Bernard (1813-1878)
Syarat penting untuk hidup dan lingkungan eksternal harus bisa mempertahankan stabilitas lingkungan internalnya.

Cannon (1871-1945)
Mengembangkan gagasan Claude Bernard dengan memperkenalkan istilah HOMEOSTATIS yaitu keadaan lingkungan internal yang konstan dan mekanisme yang bertanggung jawab atas keadaankontan tersebut.
Faktor-faktor lingkungan internal yang harus dijaga stabilitasnya oleh hewan yaitu :
Keasaman atau PH
Kadar garam
Kandungan air tubuh
Suhu tubuh
Kandungan nutrien


HEWAN
Hewan regulator adalah hewan yang mampu mengatur berbagai sabilitas lingkungan internal dengan tepat

Hewan konformev adalah hewan yang tidak mampu mempertahankan lingkungan internalnya.. lingkungan internalnya berubah seiring dengan perubahan lingkungan ekternal.


PENYESUAIAN DIRI HEWAN
Adaptasi

Aklimasi adalah perubahan adapatif yang terjadi pada hewan dalam kondisi yang terkendali biasanay hanya satu atau dua faktor lingkungan yang berubah.


Aklimatisasi adalah reaksi keseluruhan yang terjadi setelah perubahan-perubahan yang kompleks dari lingkungan eksternal yang disebabkan banyak faktor sekaligus


RESPONS HEWAN TERHADAP LINGKUNGAN

Lingkungan luar eksternal

Akuatik adalah tempat hidup hewan yang berupa air, baik air tawar., air laut, maupun ai payau.
Faktornya : tekanan hidrostastik, kandungan zat terlarut, suhu.


Terestial adalah tempat hidup hewan yang berupa daratan
Factor : keuntungan yaitu ketersedian oksigen
yang melimpah.
Ancaman : radiasi dehidrasi


Mekanisme HOMEOSTATIS
Homeostatis adalah stabilitas lingkungan internal yang terjadi relative konstan ekonomis.

Homoeterm adalah hewan yang dapat memelihara suhu tubuh dalam keadaan konstan Sekalipun suhu lingkungan luarnya berubah-rubah.


Mekanisme pengendalian
Kondisi homeostatis pada hewan dengan system umpan balik
Negatif: perubahan suatu variable yang dilawan oleh yang cenderung mengembalikab perubahan tersebut ke keadaan semula
Positif: perubahan suatu variable akan menghasilkan perubahan yang semaki besar.

FISIOLOGI SEL

FISIOLOGI SEL

Sel merupakan unit terkecil dari organism
Organism kehidupan :
SEL membentuk sel tunggal yang fungsi dalam kehidupan tersebut di lakukan oleh satu sel, kemudian sel tersebut membentuk satu sel yang sama yang akan menbentuk jajingan dan akan membentuk lagi orga kemudian system organ kemudian akan membentuk suatu makhluk hidup multiseluler yang fungsi kehidupannya dilakukan oleh kerjasama multiseluler.

perkataan “sel”berasal dari bahasa latin “cellula” yang berarti satu bilik keecil. Istilah tersebut diberikan oleh ahli fisika matematika dan arsitek berkebangsaan Inggris bernama Robert Hooke di dalam abad ke – 17 atau (1665). Ia mula-mula menggunakan istilah tersbut ketka ia memeriksa irisan gabus botol di bawah mikroskop. Ia melihat adanya unit-unit kecil yang dibatasi oleh dinding-dinding dan kelihatan pada penumpang gabus tersebut.. kemudian dia dan orang-orang yang lain melihat adanya sel-sel pada bagian tubuh tumbuhan yang lain dan melihat bahan pada ruang sel-sel yang hidup berisi cairan.


Ahli Botani Matthias dan ahli Zoologi Theodor Schwan
Keduanya berkebangsaan Jerman, tertarik pada kesamaan yang sama pada struktur jaringan tumbuhan dan hewan. Dalam tahu 1838 mereka bersama-sama mengajukan konsep bahwa semua jaringan, dan dengan perkataan lain semua organisme, tersusun oleh sel-sel. Teori sel ini sekarang adalah salah satu konsep dasar dalam biologi.

Daftar-Daftar Istilah dan Fungsi Organel pada Sel Hewan

Nucleus (inti) merupakan inti yang berisi DNA .
Reticulum endoplasma halus berperan sebagai sisntesis lipid (term,suk fosforit dan steroid). Metabolisme karbohidrat dan menawarkan obat dan racun.
Reticulum enoplasma kasar berperan penting dalam sintesis protein.
Apparatus Golgi berperan sebagai memodifikasi unit glikoprotein dari karbohidrat dengan sebagai bagian yang mengorfir dan mebgarahkan protein sesuai dengan tempatnya secara tepat.
Lisosom berfungsi sebgai system pencernaan intra sel yang akan mencerna dan membuang bahan-bahan yang tidak dibutuhkan.
Mitokondria berperan sebgai tempat respirasi sel.
Sentriol dan sitosskeleton berperan sebagai mempertahankan struktur sel sel agar tidak mudah berubah.
Membrane plasma merupakan batas yang memisahkan sel hidup dan sekelilingnya yang mati.

Komposisi Kimia Sel
Air terdapat dalam konjentasi 70-85%
Elektrolit seperti K,Mg, Fosfat, Bikarbonat, Na, lorida, dan Ca.
Protein berperanpenting sebgai proses enzimmatik, proses transport dan penyimpanan proses pergerakan fungsi mekanik, penghantar impuls pada sel saraf, dan mengatur proses pertumbuhan dan regenerasi.
Lemak.
Karbophidrat.

Sifat-Fisik dan Kimia Sel
Kapasitas panas lalah banyaknya panas yabg diperlukan untuk menaikan suhu 1 gram air setinggi 10C.
Panas penguapan adalah jumlah panas/energy yang diperlukan untuk mengubah cairan menjadi gas pada suhu yang sama.
Viskositas dapat diartikan sebagai kekentalan karena viskositas air relative rendah, maka air mudah mengalir ke seluruh ruang antar sel di dalam tubuh hewan.
Kondisi molekul, air mempunyai kutub electron positif dan elektro negative sehingga disebut molekul dwi polar. Atu bipolar.

Metabolisme Sel
Merupakan seluruh aktivitas reksi kimia yang sedang berlangsung yang dikaitkan dengan pengaturan sumber daya materi dan energy dan sel.
Terjadi secara tiga tahap :
Tahap pertama, terjadi selama proses pencernaan.
Tahap kedua terjadi pemecahan senyawa sederhana menjadi asetil KO-A, yang berkaitan erat dengan pembentukan ATP dan NaOH terbatas, terjadi secara glikolisis tiap molekul glukosa hanya menghasilkan 2 ATP di dalam sitoplasma.
Tahap ketiga tejadi oksidasi asetil KO-A menjadi H2O dan CO2 yang meibatkan proses pembentukan NaOH. Selanjutnya akanmengahsilkan ATP yang lebih banyak melalui system transport electron dan berlangsung dalam kondisi aerob sehingga ketersediaan oksigen mutlak diperlukan

Bahan-bahan Penyusun Membran
Lemak, membrane sel, posisi lemaknya 42% dan bervariasi pada berbagai sel, terdapat tiga jenis lemak yaitu fosfolid, kolestrol, dan slikolipid.
Protein, protein pada membrane sel terbagi atas protein integral dan protein penifer.
Karbohidat, ada dua macam jenis karbohidrat dalam membrane sel yaitu kompleks polisakarida, yang merupakan hasil sekresi sel dan karbohidrat yang beriktan secara kovalen dengan membrane.

CARA TRANSPOR ZAT
MELALUI MAKANAN
Transpor ion channel
Transpor aktif
Transport aktif primer
Transpor aktif sekunder
1. transfer sekunder
CO-transfer

2. transfor sekunder
Counter-transfor

3. fajositosis dan
pinositosis


Tranfor Zat Melalu Membran :
Osmosis adalah perpindahan air atau zat pelarut dari larutan yang lebih encer ke larutan yang lebih pekat.
Difusi adalah molekul atau partikel zat terlarut dari larutan yang lebih pekat ke larutan yang lbh encer.

FISIOLOGI SARAF
Sel Penyusun Sistem Saraf
Neuron
Sel glia

Neuron
Sensorik
Membawa rangsang dari daerah tepi ke pusat sraf( otak dan sumsum tulang belakang)
Interneuron
Penghubung antara neuron sensorik dan motorik
motorik
membawa rangsang dari pusat saraf kedaerah tepi (perifer tubuh)
Sel Ganglia
Fungsi:
mendukung sel saraf dalam fungsi kendali dan koordinasi tubuh
menjamin kondsi lingkungan ionic di sekitar neuron dapat selalu tepat
membuang zat-zat sisa dari sekitar neuron.
Komponen Sel Saraf

Badan sel berfungsi sebagai tempat sintesis neutronsmiter.
Dendrit berfungsu sebgai penerima rangsang dan membawanya ke badan sel
Akson berfungsu sebgai menjalrkan impuls ke ujung akson.


Komponen Penyusun Saraf

Otak
Serabut saraf, kumpulan akson dari sejumlah saraf.
Sejenis
Eferen : tersusun atas jumlah akson sel saraf sensorik
Eferen : tersusun atas jumlah akson sel saraf motorik

Campuran : tersusun atas, sejumllah akson sel saraf sensorik dan motorik.
Pleksus, merupakan jaringan serabut saraf yang tidak teratur, yang berfungsi sebgai system saraf pusat. Kemudian apabila terdapat kumpulan neuron yang difus maka di dalamnya ada sinaps.
Ganglia : kumpulan sel saraf berbentuk nodul, dilapisi jaringan konektif,
Mempunyai badan sel dan serabut saraf dan ditemukan adanya Sinaps.

Fisiologi Saraf

Fisiologi Saraf

a polarisasi adalah keadaan sel saraf sedang istirahat atau dalam keadaan sedang
tidak menjalarkan rangsang.
b. Depolarisasi
c. Repolarisasi

Periode Refrakter
Periode refraktor absolute ialah jangka waktu tertentu saat sel saraf benar-benar tidak dapat menanggapi rangsang yang diberikan untuk kedua kalinya.
Periode refrakter relatif ialah jangka waktu pada akhir repolarisasi, yang mana sel saraf kemungkinan sudah dapat kembali menanggapi rangsang.

Transmisi Sinaptik
Transmisi elektrik : penjalanan impuls dengan cara konduksi langsung pada
Sinaps yang memiliki celah sempit.
transmisi kimiawi : penjalaran impuls dengan bantuan neutransmiter pada
sinaps yang memiliki celah lebar.
Transmisi Ekitatorik
Transmisi inhibitorik : keadaan sel yang mengalami perubahan elektrokimia
Dengan cara tertentu, yang membuatnya menjadi tidak
Dapat dirangsang, ditandai dengan adanya muatan di
Dalam sel yang menjadi lebih negatif daripada
Sebelumnya disebut HIPERPOLARISASI.

HEWAN TINGKAT YANG PALING SEDERHANA
Organisasi system saraf neuron
Dendrite adalah reseptor yang berfungsi sebagai tanggap terhadap perubahan lingkungan
Akson adalah membentuk sinaps dengan beberapa jenis sel efektor yang mampu melaksanakan fungsi kehidupan.

Jala saraf ialah susunan organisme saraf yang menyerupai jala, dapat ditemukan pada hewan karang dan ubur-ubur. Susunan saraf pada bagian atas ubur-ubur berfungsi untuk mengkoordinasi gerakan,sedangkan jala saraf yang terdapat pada tentakel berfungsi sebagai reseptor sensoris.
Tali saraf ialah susunan organisasi sistem saraf yang berupa traktus atau kumpulan serabut saraf. Jaringan saraf pada daerah kepala biasanya mengalami perkembangan lebih baik dari pada bagian tubuh lainnya. Perkembangan jaringan saraf pada daerah kepala itu di sebut sefalisasi.

RESEPTOR DAN EFEKTOR

RESEPTOR DAN EFEKTOR

Suatu organisme bisa merasakan rangasangan yaitu rangsangan dari dalam dan rangsangan dari luar dengan melalui alat yaitu :
Jika suatu alat rangsangan diterima maka akan menghaslkan suatu rangsangan yang dusebut resptor
Jika suatu rangsangan di tanggap maka akan menghasilkan suatu rangsangan yang disbut efektor.

RESEPTOR
Dilihat dari struktur reseptor terbagi dua yaitu : reseptor saraf yang terdiri dari reseptor sederhana dan rumit dan resptor bukan saraf.
Dilihat dari jenis rangsang resptor terbagi menjadi :
Kemoresptor
Termoresptor
Mekanoresptor
Fotoresptor
Magnetoreseptor
Elektroreseptor

Cara kerja reseptor :
Mekanoresptor akan masuk ke dalam pintu ion yang terbagi menjadi dua yaitu terbuka dan tertutup, dan akhirnya menghasilkan deformasi mekanik. Deformasi mekanik adalah perubahan bentuk protein penyusun pintu ion akibat rangsang mekanik, misalnya sentuhan atau peningkatan tekanan.
Dari deformasi mekanik tersebut akan menghasilkan bentuk fisik protein penyusun pintu ion berubah sedemikian rupa sehingga pintu ion tertentu akan terbuka.
Contoh mekano respetor yaitu proses penerimaan rangsang berupa gelombang suara.

Mekanoresptor pada Invertebrata
Mekanoresptor untuk menerima rangsang akan berpengaruh terhadap tekanan, suara, gerakan.
Dan terdapat pada permukaan tubuhnya yang akan menerima suatu informasi mengenai :
Arah angin
Orientasi tubuh saat bearada di ruangan
Orientasi kecepatan gerakan dan suara.

Mekanoresptor pada Vertebrata
Fungsi :
Memantau panjang otot
Alat pendengaran
Organ keseimbagan

Termoresptor
Termoresptor akan mengalami suatu proses mengenai suhu tinggi danrendah serta perubahan suhu lingkungan sehingga akan mengakibatkan suhu menjadi naik, struktur protein dan enzimakan terganggu da tidak akan berefungsi sehingga reaksi metaboliknya terganggu.
Contoh pada insekta tedapat pada antena dan kaki pada mammalia dikulit dan hipotalamus.

Fotoresptor
Struktur fotoresptor yaitu pada hewan sederhana terjadi secara eye-spot dan pada vertebrata terjadi secaa rumit dan terorganisasi.
Perbedaan cara kerjanya terlaetak pada jenis rangsangyang dapat diterimanya.

Elektroreseptor
Elektroresptor akan menghasilakan medan listrik yang dapat dihasilkan adari aktivitas otot yang didalamnya terdapat organ listrik yang dapat ditemukan pada hewan akuatik yang mampu dideteksi untuik pertahanan dirinya, tedapat pada jenis pisces.

Magnetoresptor
Beberapa jenis hewan memiliki kemampuan untuk berorientasi terhadap medan magnettik bumi yaitu navigasi antara utara dan selatan.
Contoh pada lebah madu yang mampu berkomunikasi sehngga pada akhirnya dapat menemukan sumber makanan.

EFEKTOR
Proses tanggapan terbagi menjadi tiga :
Tanggapan perubahan gerak
Sel mengandung sitoskeleton yang befungsi alat gerak yang menghasilkan aliran sitoplasmik yang akan berkontraksi dan akan diikuti relaksi sehingga menghasilkan proses aktif dan pasif yang berpasangan kerja secara antogonis, ketika aktivitas berulang memerliukan tulang atau rangka fungsinya sebagai tempat bertumpu dan penahan tarikan otot.
Tanggapan Perubahan Warna
Fungsi perubahan warna pada hewan antara lain : untuk menyamar, komunikasi kawin, dan pertahanan diri.
Zat yang berperan aiotu Kromatotor (sel yang mengandung pigmen).
Tanggapan pelepasan arus listrik
Hanya terjadi pada beberapajenis ikan contoh pada ikan Elecreophorus electricus, ia mempunyai organ listrik yang berfungsi sebagai orientasi, komunikasi dan interaksi.
Proses pembentukan arus listrik dengan melalui elektroplat (struktur bersifat seperti saraf dan otot yang disebut dengan badan mioneural yang yang terdiri dari dua sisi yaitu :
Kearah daerah ekor yang mampu menaggapi rangsang yang terdepolarisasi bermuatan negatif (-67mV/plat)
Kearah daerah kepala tidak mampu menanggapi rangsang tidak mampu menaggapi rangsang tidak terdepolarisasi bermuatan positif (+84mV/plat).

FISIOLOGI ENDOKRIN

FISIOLOGI ENDOKRIN
Endokrinologi yaitu cabang ilmu biologi yang membahas tentang hormon dan aktivitasnya.
Hormon yaitu satu dari sistem komunikasi utama dalam tubuh meskipun kadarnya hanya dalam jumlah yang sangat kecil namun dapat menjalankan atau menghentikan proses-proses metabolik, hormon juga merupakan senyawa kimia yang ada dalam darah dengan kadar yang sangat rendah, fungsinya mengatur metabolisme jaringan, di sekresi langsung oleh sel khusus.

SISTEM ENDOKRIN
Hewan vertebrata dan invertebrata mempunyai sistem neuroendokrin yaitu sistem saraf yang bekerja sama secara koperatif, fungsinya dalam tubuh sebagai pengendali dan koordinasi.
Perbedaan cara kerja sistem saraf dan sistem endokrin :
Transmisi elektrik
Waktu respons cepat
Pada sistem endokrin
Transmisi kimia
Waktu respon lambat.

Aktivitas Kehidupan Kerja Hormon dengan Sistem Saraf.
Perkembangan 6. Komposisi darah
Pertumbuhan 7. Regenerasi
Peredaran darah 8. Pengeluaran
Denyut jantung 9. Reproduksi
Osmoregulasi 10. Pergantian kulit

Kerja Hormon Berdasarkan Konsep Klasik
Aktivitas tubuh dan hormon yang mengendalikannya
Pencernaan tubuh dan fungsi metabolik yang terkait dikendalikan oleh hormon sekretin, gastrin, insulin, glukagon, tiroksin, noradrenalin dan hormon dari korteks adrenal.
Osmoregulasi, pengeluaran dan metabolisme air dan garam dikendalikan oleh hormon prolaktin, Vasoperin, aldosteron.
Metabolisme kalsium dikendalikan oleh hormon paratiroid, kalsitonin.
Pertumbuhan dan perubahan morfologis dikendalikan oleh hormon pertumbuhan, androgen, dari korteks,adrenal, tiroksin (untuk metamorfosis amfibi).
Organ dan proses reproduksi dikendalikan oleh hormon FSH, LH, esterogren, progesteron, prolaktin, dan Testosteron.

Komponen Penyusun Organ Endokrin
Sel neurosekretorin terdapat pada hewan tingkat rendah dan hewan tingkat tonggi.
Sel endokrin sejati terdapat pada invertebrata dan vertebrata.

KLASIFIKASI HORMON
Berdasarkan struktur kimia
Hormon protein
Hormon steroid
Hormon asam amino
Zat kimia yang menyerupai hormon


Berdasarkan fungsi
Hormon perkembangan
Hormon metabolisme
Hormon trofik adalah hormon yang dihasilkan oleh suatu sistem yang merangsang kelenjar endokrin untuk menghasilkan hormon.
Hormon pengatur metabolisme adalah hormon yang mengatur homeostatik mineral dan konservasi air tubuh.
Hormon pengatur sistem kardiovaskuler adalah hormon yang mengatur aktivitas konduksi dan kontraksi jantung.

Sintesis Hormon dan Pengaturannya
Tahapan proses sintesis hormon :
Tahap pertama : hormon disintesis di dalam RE kasar yang terdiri dari poliribosom dan melekat pada kantung
Tahap kedua : melalui sintesis ini hormon dihantar ke dalam aparatus golgi baik secara langsung dengan menembus membran aparatus golgi atau dengan cara membentuk vesikel (elemen transisi) dan selanutnya elemen transisi ini akan masuk ke aparatus golgi.
Tahap ketiga : di dalam aparatus golgi, dibentuk butir-butir sekretoris yang mengandung hormon yang masih sedikit, selanjutnya seiring dengan waktu akan menjadi dewasa.
Tahap keempat : stelah dewasa, butir-butir skretoris ini kemudian di hantar ke arah membran plasma dengan butir-butir skretoris dan akhirnya akan terjadi sekresi hormon yang terdapat di dalamnya dengan jalan eksositoris ke dalam cairan ekstraseluler.

Sitem Endokrin Pada Hewan Invertebrata
Tidak mempunyai organ sekretori hormon yang tugasnya di dalam sel neurosekretoris
Fungsinya sebagai pertumbuhan perkembangan, regenerasi, reproduksi, osmoregulasi, laju denyut jantung, komposisi darah, pergantian kulit

Sitem Endokrin Pada Hewan Vertebrata
Hipotolamus (kelenjar induk) yaitu bagian dari otak yang tumbuh dan berkemang dari tabung neural yang berperan dalam mempertemukan sistem saraf dan endokrin serta berfungsi mengendalikan kelenjar pituitarin.
Pituitari yaitu pituitari yang terletak di bawah dasar otak dan bergantung kepada sebuah tangkai, bekerja di bawah pengaruh hipotalamus dan berfungsi mengendalikan kelenjar endokrin.
Kelenjar endokrin tepi yaitu organ endokrin di luar hipotalamus dan pituitari.

Hormon-Hormon
Oksitosin berfungsi memacu kontraksi rahim selama mel;ahirkan dan pengeluaran air susu dari kelenjar susu
Hormon pertumbuhan berfungsi sebagai perangsang pertumbuhan dan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein.
Hormon pemacu tiroid yaitu hormon yang merangsang kelenjar tiroid (kelenjar gondok.
Vasopresin atau hormon antidiuretik (ACTH), hormon ini memacu pembentukan dengan pengeluaran hormon steroid di korteks adrenal.
Gonadotropin (LH dan FSH), hormon ini merangsang pembentukan ovum dan sperma, serta sejumlah fungsi reproduktif lainnya.
Prolaktin, hormon ini merangsang pembentuka pengeluaran hormon steroid air susu setelah melahirkan.

Hubungan Sistem Endokrin Dengan Metabolisme Gula Darah
Kadar gula dalam darah juga dikendalikan oleh hormon, terutama hormon insulin dan glukogen
Hormon insulin dihasilkan oleh sel-sel beta dan pankreas dan sangat penting untuk menurunkan kadar gula dalam darah.
Insulin meningkatkan kecepatan transpor glukosa melalui membran sel hati. Dalam sel hati gula akan mengalami katabolisme atau disimpan.
Hormon insulin juga dapat meningkatkan aktifitas enzim glukokinase.
Kekurangan insulin dalam tubuh akan menrunkan tingkat katabolisme glukosa.

FISIOLOGI PENCERNAAN

FISIOLOGI PENCERNAAN
Cara memperoleh makanan berdasarkan kemampuan :
Hewa heterotop, kemampuannya untuk mensintesis senyawa organik sangat terbatas dan berusaha memenuhi semua kebutuhannya dari tumbuhan dan hewan lain.
Hewan mesotrotof, hewanyang dapat mensintesis sendiri berbagai senyawa organik esensial, namun masih memerlikan faktor pertumbuhan yang tidak dapat disintesis sendiri.
Cara makan dajenis makanan hewan
Hewan primitif, tidak memiliki alat pencernaan makanan, cara mengambil makanan penyerapan atau pinositosis, makanan berupa vakuola makanan
Hewan yang hidup menetap, mendapatkan makanan dengan cara menjerat, alatnya adalah hemafosit yang dilengkapi oleh racun.
Hewan yang aktif, mencari makanan dengan cara menyaringyang merupakan variasi dari cara menyaring dan menjerat.
Non selective feeder, hewan yang tanggap terhadap senyawa kimia, hewan filter feeding yang tidak memilih makanan, mekanisme menyaring dapat diaktifkan atau dihentikan.
Selective feeder, hewan, hewan yang memilih dan menggunakan makanan secara selektive, mendapat makanan dengan cara menangkap atau memangsa

Hewan tingkat rendah, tidak ada organ pencernaan dan pencernaannyasecara intra seluler terjadi di dalam vakuola makanan.
Hewan tingkat tinggi, makanan dicerna di dlaam saluran yang sudah berkembang dengan baik, pencernaan makanan berlangsung di dalam organ gastro internal.

Hewan Tingkat Tinggi
Daerah Penerimaan
Alatnya adalah mulut, mulut dilengkapi dengan gigi dan kelenjar ludah yang membantu proses mengunyah dan menelan makanan.
Daerah penyimpanan
Terdiri atas empedal dan lambung yang merupakan pelebaran saluran gas troin testinaldepan dan fungsi utamanya sebagai tempat menyimpan makanan.
Daerah pencernaan dan penyerapan
Proses pencernaan dan penyerapan berlangsung di dalam usus. Bahan makanan di cerna lebih lanjut dengan bantuan enzim dan diubah menjadi berbagai komponen penyusunnya agardapat diserap dan digunakan secara optimal.

Pencernaan
Pencernaan karbohidrat
Enzim yang bertanggung jawab dalam pencernaan karbohidrat adalah karbohidrase yang memutuskan ikatan glikosidik dan dihasilkan disakarida. Polisakarida yang memiliki rantai lebih pendek
Pencernaan Protein
Enzim yang berperan penting adalah protase yang disekresikan dengan inaktif untuk menghindari terjadinya self digestion.
Pencernaan Lemak
Pencernaan lipid dimulai pada saat bahan makanan sampai di usus, dengan bantuan enzim lipase usus, lipase lambung dan lipase pankreas.

Penyerapan Sari Makanan
Penyerapan Karbohidrat
Glukosa diserap dengan difusi dipermudah, sedangkan transpor aktif diperlukan untuk memompakan natrium dari dalam ke luar sel api tel usus agar kondisi homeostatis terjaga.
Peneyrapan protein
Protein diserap dan masuk ke dalam darah hanya dalam bentuk monopeptida, dipeptida dan tripeptida.
Penyerapan lipid
Lipid tidak pernah tercena seluruhnya secara sempurna menjadi gliserol da asam lemak.

FISIOLOGI SIRKULASI

FISIOLOGI SIRKULASI
Sitem sirkulasi
Fungsi :
Menjamin terpenuhinya kebuthan tubuh akan asari makanan da oksigen
Menjamin pembuangan zat sisa metabolisme dari tubuh dengan segera
Berperan penting dalam penyerapan panas tubuh.
Komponen Sistem Sirkulasi
Jantung, komponen menyusun sistem sirkulasi yang berfungsi sebagai pompa penggerak cairan tubuh di sepanjang pembuluh, ada dua jantung yaitu jantung tubuler, terdapat pada hewan invetebrata, bentuk sederhana dan tidak mempunyai klep, bekerja secara kontraksi peristaltik.
Jantung berongga, terdapat pada hewan vertebrata, merupakan organ ototyang mampu mendorong darah ke dalam berbagai bagian tubuh dan mampu mempertahankan aliran darah dengan bantuan sejumlah klep, kontraksi otot jantung terjadi secara periodik.
Pembuluh, saluran yang akan dilewati oleh cairan yang beredar keseluruh tubuh yang terdiri dari pembuluh darah (arteri, vena, da kapiler), dan pembuluh limfe pada berbagai hewan.
Vertebrata tingakt tingi, saluran buntu dengan ujung terbuka, tinggnya mengangkat kelebihan cairan di ekstrasel kesirkulasi darah.
Hewan invetebrata, tidak ditemukan adanya pembuluh limfe kecuali pada (teleostei)
Hewan tingkat rendah, ditemukan berbagai bentuk peralihan (intermediet) yang menunjukkan adanya perkembangan sisitem pembuluh limfe.
Cairan tubuh (extra sel dan intra sel)
Cairan extra sel 25%
Ditemukan pada berbagai tempat dengan sebutan yang berbeda.
Cairan jaringan
Cairan darah
Cairan limfe
Cairan hemolimfe
Cairan ekstrasel pada semua hewan mengandung sel jenis tertentu yang bergerak melalui ruang-ruang antar jaringan yang berfungsi dalam transforat gas. Pertahanan tubuh dan proses pembekuan darah.

Pada hewan dengan sistem sirkulasi terbuka, cairan yang mengalir dalam pembuluh dan di ruang antar sel merupakan cairan yang sama yang dinamakan hemolimfe.

Fungsi Darah, secara umum :
Mempertahankan kondisi lingkungan dalam keafdaan relatif konstan, yang mana mekanismenya disebut homeostatik.

Secara khusus :
Mensuplai zat-zat makanan dari saluran pencemaran kejaringan – jaringan .
Mensuplai oksigen dari paru-paru kejaringan-jaringan
Membawa dan membuang zat-zat yang tidak berguna dari jaringan-jaringan keorgan-organ ekskresi
Mendistribusikan sekresi kelenjar endokrin dan zat kimia yang mengatur fungsi sel.
Membantu menyelenggarakan keseimbangan komposisi air dalam berbagai organ tubuh.

Cairan Darah Susunannya :
Sel Darah
Eritrosit
Leukosit
Trombosit
Plasma Darah
Plasma darah megandung sekitar 90% air dan berbagai zat terlarut didalamnya seperti :
Nutrien glukosa, monosakarida, asam amino, dan lipid). Bahan untuk dibuang : urea dan senyawa nitrogen.
Berbagai ion : natrium, kalium dan sulfat
Bahan lain yang tedapat dalam darah, misalnya hormon, gas respirasi, vitamin dan enzim
Protein plasma : albumin, globulin dan fibrinogen terdapat pada hewan tingkat tinggi (vertebrata)

Sistem Sirkulasi Pada Hewan :
Sistem sirkulasi terbuka, contoh mollusca
Sistem sirkulasi tertutup, contoh vertebrata.
Jatung bekerja dengan dengan melakukan gerakan memompa secara terus-menerus, tekanan dipertahnkan tetap tinggi, mengakibatkan darah yang keluar dair pembuliuh akan segera masuk kembali ke jantung dengan cepat
Mekanisme Pertukaran Zat
Tekanan sistole dan diastole manusia dalah 120/80mmHg artinya darah yang dipompa oleh jantung memberikan tekanan sebesar 120 mm Hg.
Pertukaran zat antara pembuluh kapiler dan cairan ekstrasel
Dinding kapiler yang semipermiabel dan tekanan darah yang lebih tinggi mendorong cairan keluar dari pembuluh dengan ultrafiltrasi, namun protein plasma tetap dipertahankan dalam kapiler.

FISIOLOGI RESPIRASI

FISIOLOGI RESPIRASI
Respirasi Seluler
Respirasi anaerob, ATP dihasilkan tanpa oksidasi gen kemudia ATP yang dihasilkan tidak banyak.
Respirasi Aerob, Atp dihasilkan dengan oksigen kemudian ATP dihasilkan 36-38 molekul
Pengaturan respirasi
Alasan dilakukan pengaturan respirasi :
Kekurangan oksigen maupun CO2 dalam tubuh akan menggangu proses fisiolo secara keseluruhan.
Ventilasi paru-patu tegantung dari kebutuhan metabolisme individu, bila metabolisme meningkat dimana kebutuhan oksigen meningkat, maka aktivitas pernafasan pun akan meningkat pula.
Organ respirasi hewan akuatik
Organ respirasi ikan :
Terdapat kantong udara fungsinya : untuk mengatur daya tampung tubuh hewan agar dapat bergerak naik turun, berperan dalam proses respirasi.
Mekanisme: mensekresikan gas (sebagian oksigen atau mengabsorpsinya kembali sehingga gelembung udara akan menyusut atau mengembang
Organ respirasi hewan terestial :
Paru-paru difusi
Modifikasi dari insang
Pertukaran gas tidak dipengaruhi oleh pertukaran udara, tetapi oleh laju difusi gas.
Struktur beruparongga matel
Contoh : Bekicot tidak bercangkang

Paru-paru buku : ditemukan pada Arachnida
Contoh ; laba=laba dan kalajengking
Trakhea : organ pernafasan pada insektisida


Paru-paru Alveoler :
Amfibia masih sederhana dan kurang elastis (juga digunakan kulit)
Aves (dilengkapi dengan buoyancy)
Reptil
Paru-paru sempurna, pada mammalia :
Traktus Respiratorius pada paru-paru
Thorax pada Pleura
Otot-otot respirasi termasuk diafragma pada saraf-saraf

Mekanisme Respirasi
Mekanisme inspirasi yaitu pembesaran rongga thorax yang diikuti mengembangnya paru-paru sehingga tekanan dalam paru-paru lebih rendah dari tekananudara luar, akibatnya udara akan mengalir masuk ke dalam paru-paru.
Mekanisme ekspirasi yaitu pengecilan rongga thorax dan paru-paru yang diikuti oleh pengeluaran udara dari paru-paru.

Transpor zat dalam sistem respirasi
Transpor O2 tersebar di kapiler darah maka akan berdifusi sehingga tekanan oksigen ada dalam alveoli lebih tinggi dari pada tekanan kosigen dalam kapiler.
Sebagian keecil oksigen tetap ada plasma dalam bentuk larutan sederhana.
Sebagian besar masuk ke dalam eritrosit berikatan dengan heglobin membentuk oxyhemoglobin.
Transpor CO2
Reaksi antara CO2 dan air terjadi melalui persamaan
CO2+H2O H2CO3
Terjadi di dalam cairan jaringan /ruang ekstrasel plasma, maupun di dalam sel darah merah.
Berlangsung sangat cepat karena di dalamnya terdapat enzim karbonat anhidrase yang berperan sebagai katalis.

Fungsi Lain Sistem Respirasi
Mengatur perpoindahan ion Cl- ke arah tertentu (ke dalam atau keluar sel), sebagai imbangan bagi kepindahan ion HCO3-ke arah yang berlawanan dengan arah yang ditempuh ion Cl-
Untung dan rugi Hewan Hidup di Lingkungan Akuatik dan Terestial
Hewan akuatik mengeluarkan energi lebih banyak daripada hewan terestrial untuk mendapatkan O2]
Hewan yang bernafas di udara harus mengeluarkan energi tambhan untuk melawan gaya gravitasi
Hewan yang bernafas di udara lebih mudah memperoleh O2 dari pada hewan akuatik
Hewan akuatik mudah dan tidak bermasalah membuang CO2 kelingkungannya



Traktus respitatorius terdiri atas :
Rongga hidung
Pharinx
Larinx
Trakhea
Bronchi
Hemoglobin
Ada dalam darah manusia, protozoa dan hewan
Pigmen respiratori yang cara kerjanya paling efisien
Tersusun atas senyawa porifin besi yang berikatan dengan protein globin
Pada konsentrasi oksigen tinggi sangat mudah berikatan ean oksigen dan membentuk oksihemoglobin
Pada konsentrasi oksigen rendah dan atau PH rendah oksihemoglobin sangat mudah terurai dan membebaskan oksigen.

PENGERTIAN MIKROBIOLOGI DAN MIKROBA

PENGERTIAN MIKROBIOLOGI DAN MIKROBA

Mikrobiologi adalah salah satu cabang ilmu dari biologi yang mempelajari
mikroba yang memerlukan ilmu pendukung seperti : kimia, fisika dan biokimia.
Bidang biologi semakin luas dan perlu diadakan pembagian yang lebih khusus. Mikroorganisme mempunyai peranan yang sangat penting saebagai sistem model dalam mempelajari proses dasar biologis.
Mikrobiologi dapat dibedakan menjadi beberapa sub disiplin berdasarkan berbagai macam orientasi.
Orientasi habitat
Mikrobiologi air
Mikrobiologi tanah
Mikrobiologi laut
Orientasi problema
Ekologi mikroba
Mikrobiologi patogenik
Mikrobiologi pertanian
Mikrobiologi industri
Mikrobiologi geologi
Orientasi taksonomi
Virologi
Bakteriologi
Mikrologi
Fikologi
Protozoologi
Lapangan mikrobiologi terapan
Mikrobiologi kedokteran
Mikrobiologi akuatik
Aeromikrobiologi
Mikrobiologi makanan
Mikrobiologi pertanian
Dll


Ciri Umum Mikroba:
Jasad produsen : menghasilkan bahan organik dari bahan anorganik dengan sinar matahari, contoh : Alga dan bakteri,
Jasad konsumen : menggunakan bahan organik yang dihasilan oleh produsen, contoh: protozoa
Jasad redusen : menguraikan bahan organik dan sisa-sisa jasad hidup yang mati menjadi unsur-unsur kimia, contoh : bakteri dan jamur (fungi)

Menurut Perkembangan Selnya terdapat dua tipe jasad :
Prokariota yaitu jasad yang perkembangan selnya belum sempurna.
Eukariota yaitu jasad yang perkembangan selnya telah sempurna.



Divertasi Kehidupan Mikroba:
Thermofilik
Psikrofilik
Acidofilik
Alkalofilik
Halofilik
Barofilik
Radiofilik
Anaerobik obligat

Peran Mikroba dalam Transfarmasi Bahan Organik
Mikroba akan mengalami perubahan susunan kimianya dan dan akhirnya perubahan kimia yang terjadi :
Fernentasi (pengkhamiran): proses yang menghasilkan alkohol atau asam organik, misalnya terjadi pada bahan yang mengandung karbihodrat.
Pembusukan (putrefaction) : proses penguraian yang menghasilkan bau busuk, seperti pada penguraian bahan yang mengandung protein.

SEJARAH PERKEMBANGAN MIKROBIOLOGI

SEJARAH PERKEMBANGAN MIKROBIOLOGI

Teori C.Latour, TH.Schawann, dan F. Utzing (tahun 1837) ditentang oleh JJ. Berzelius, J.Liebig, dan F. Wahler berpendapat bahwa fermentasi dan pembusukan merupakan reaksi kimia biasa dibuktikan dan berhasil disintesis senyawa organik urea dari senyawa anorganik (tahun 1812).
Pasteur (1875-1876) : meneliti proses fermentasi dalam pembuatan anggur dari gula bit dan menghasilka anggur yang asam.
Kesimpulan : adanya sel-sel yang lebih kecil mengakibatkan sebagian besar proses fermentasi alkohol didesak oleh proses fermentasi lain, yaitu fermentasi asam laktat.


Penemuan Kehidupan anaerob
Penelitian Pasteur pada fermentasi asam butirat itemukan adanya proses kehidupan yang tidak membutuhkan udara maka jika udara dihembuskan ke dalam bejana proses permentasi menjadi terhambat bahkan dapat terhenti sama sekali. Dari hal tersebut kemudian dibuat dua istilah yaitu anaerob dan aerob.
Kehidupan anaerob : mikroba yang tidak memerlukan oksigen
Kehidupan aerob : mikroba yang memerlukan aerob.
Fakultatif anaeerob : mikroba yang mempunyai dua mekanisme untuk mendapatkan energi diperoleh secara respirasi aerob, apabila tidak ada oksigen, energi diperoleh secara fermentasi anaerob.

Mikroba Penyebab Penyankit
Pasteru (1875-1876), kerusakan pada minuman anggur oleh mikroba diduga adanya peran mikroba dalam menyebabkan timbulnya penyakit pada jasad tingkat tinggi. Bukti ditemukannya jamur penyabab penyakit :
Pada tanaman gandum (1813)
Pada tanaman kentang
Penyakit pada ulat sutra
Penyakit pada kulit manusia
Penggunaan Mikroba
Penggunaan mikroba untuk proses klasik
Khamir untuk membuat anggur dan roti
Bakteri asam laktat untuk yoghurt
Bakteri asam asetat untuk vinegar
Jamur aspergilus sp. Untuk kecap
Jamur rhizopus sp. Untuk tempe
Penggunaan mikroba untuk anti biotik
Penisilin oleh jamur penicillium sp.
Pengguanaan mikroba untuk proses-proses baru
Karotenoid dan steroid oleh jamur
Pembuatan enzim amilase, proteinase, pektinase, dll.
Pengunaan mikroba dlm teknik genetika modern.
Pemindahan gen dari manusia, binatang, atau tumbuhan ke dalam sel mikrobia
Pengahsilan hormon, antigen, antibody, dll
Penggunaan mikroba dibidang pertanian
Untuk pupuk hayati (biofertilizier), biopestisida, pengomposan.
Penggunaan mikroba dibidang pertambangan
Untuk proses leaching di tambang emas
Desulfurisasi batu bara
Untuk proses penambangan minyak bumi
Penggunaan mikroba di bidang lingkungan
Mengatasi pencemaran limbah organik / anorganik termasuk logam berat dan senyawa xenobiotik.

STRUKTUR DAN FUNGSI SEL MIKROBA

STRUKTUR DAN FUNGSI SEL MIKROBA

Sel prokariotik
Tipe :
Mempunyai ukuran yang lebih kecil dibandingkan sel eukariotik
Tidak mempunyai organela seperti mitokondria, kloroplas, dan aparat golgi
Inti selnya tidak ada membran
Ukuran genom sel prokariot berbeda dengan eukariot
Sel eukariotik
Tipe :
Sel eukariotik mempunyai inti sejati yang diselimuti membran inti
Di dalam kromosom terdapat DNA yang berasosiasi dengan suatu protein yang disebut histon.
Kromosom dapat mengalami pembelahan melalui proses mitosis
Di dalam sel eukariotik terdapat mitokondria dan kloroplas yang mengandung sedikit DNA yang bernbentuk sirkuler tertutup.

Struktur Sel
Inti sel
Intisel eukariotik pada interfus dikelilingi oleh satu membran yang terdiri atas 2 lapisan lemak.
Pembelahan inti dari suatu menjadi dua anak inti dikenal sebagai mitosis
Pada tanaman dan hewan tingkat tinggi dikenal adanya reproduksi secara seksual.


Membran sel prokariotik
Permukaan luar lipid bilayers membran sel bersifat hidrofil, sedangkan permukaan dalamnya bersifat hidrofob.
Pada bilayers ada protein yang letaknya tenggelam di dalam bilayers atau terdapat pada permukaannya.
Dinding Sel
Dinding sel bakteri bersifat agak elastis dan tidak bersifat permaebel terhadap garam dan senyawa tertentu dengan molekul rendah.


Dinding Sel Bakteri Asam Positif
Dinding sel bakteri garam positif terdiri 40 lapis rangka dasar murfin, meliputi 30-70% berat kering dinding sel bakteri. Senyawa lain penyusun dinding sel garam positif adalah polisakarida yang terikat secara kovalen, dan asam terkuat yang sangat spesifik. Peranan ikatan peptida ini sangat penting dalam menghubungkan antara rantai satu dengan rantai yang lain.

Dinding sel Bakteri Garam Negatif
Dinidng sel garam negatif hanya terdiri dari satu lapis rangka dasar murein yang hanya mengandung lisin, hanya meliputi ± 10% dari berat kering dinding sel. Di luar rangka murein tersebut terdapat sejumlah besar lipoprotein, dan lipida jenis lain, senyawa-senyawa ini merupakan 80% penyusun dinding sel.
Catt : asam teikoat tidak terdapat dalam dinding sel ini.

PERTUMBUHAN MIKROBA

PERTUMBUHAN MIKROBA
definisi tumbuhan populasi
jasad bersel tunggal (uniseluler)
pembelahan atau perbanyakan sel merupakan pertambahan jumlah individu artinya
pembelahan sel pada bakteri akan menghasilkan pertambahan jumlah sel bakteri itu
sendiri.
Jasad bersel banyak (multiseluler)
Pembelahan sel tidak menghasilkan pertambahan jumlah individunya, tetapi hanya merupakan pembentukan jaringan atau bertambah besar jasadnya.

Pertumbuhan adalah meningkatnya jumlah sel atau massa sel (berat kering sel). Bakteri memperbanyak diri dengan membelah biner yaitu dari satu sel membelah menjadi dua sel baru.pertumbuhan diukur dari bertambahnya jumlah sel, waktu yang diperlukan untuk untuk membelah diri dari satu sel menjadi dua sel smpurna disebut WAKTU GENERASI.

Perhitungan Waktu Generasi
Dari hasil pembelahan sel secara binre :
1 sel menjadi 2 sel
2 sel menjadi 4 sel = dapat dirumuskan menjadi N.N0 2n
4 sel menjadi 8 sel N= jumlah sel akhir
N0= jumlah sel awal
n = jumlah generasi
Pengukuran Pertumbuhan
Pertumbuhan dapat diukur dari perubahan jumlah sel atau berat kering massa sel. Jumlah sel dihitung dari jumlah total (keseluruhan) massa sel. Jumlah sel dihitung adari jumlah sel total (keseluruhan) dengan tidakmembedakan sel hidup atau mati.
Pertumbuhan Populasi Mikroba
Bakteri akan tumbuh memperbanyak diri. Untuk mengetahui pertumbuhan mikroba dilakukan dengan cara pembiakan mikroba :
Biakan sistem tertutup, pengamatan junlah sel dalam waktu yang cukup lama akan memberikan gambaran berdasarkan kurva pertumbuhan terdapat beberapa fase pertumbuhan
Fase premulaan
Fase pertumbuhan yang dipercepat
Fase pertumbuhan logaritma
Fase pertumbuhan yang diperlambat
Fse stasioner maksimum
Fase kematian yang dipercepat
Fase kematian logaritma

FAKTOR LINGKUNGAN MIKROBA

FAKTOR LINGKUNGAN MIKROBA

Faktor Abiotik
Suhu
Suhu mini adalah suhuterendah tetapi mikroba masih dapat hidup
Suhu optimum adalah suhu paling baik untuk pertumbuhan mikroba
Suhu maksimum adalah suhu tertinggi untuk kehidupan mikroba
Dikelompokan menjadi mikro psikrofil, mesofil, dan termofil.
Psikrofil kelompok mikroba yang dapat tumbuh pada suhu 0-300C dengan suhu optimum sekitar 150C.
Mesofil kelompok mkroba yang umumnya mempunyai suhu minimum 150C, suhu optimum 25-370C, dan suhu maksimum 45-550C.
Termofil kelompok mikroba yang tahan hidup pada suhu tinggi.

Kandungan Air
Mikroba memerlukan kandungan air bebas tertentu untuk hidupnya. Mikroba yang tahan kekeringan adalah yang dapat membentuk spora, konidia, atau dapat membentuk kista.
Tekanan Osmotik
Tekanan osmotik sangat erat hubungannya dengan kandungan air.
Apabila mikroba diletakkan pada larutan hipertonis, maka selnya akan mengalami plasmoplisis, yaitu terkelupasnya membran sitoplasma dari dinding sel akibat mengkerutnya sitoplasma.
Apabila diletakkan pada larutan hipertonis, maka sel mikroba akan mengalami plasmoptisa, yaitu pecahnya sel karena cairan masuk ke dalam sel, sel membengkak akhirnya pecah.
Ion-ion dan Listrik
Kadar Ion hidrogen (PH)
Mikroba umumnya menyukai PH netral, kecuali jamur umumnya dapat hidup pada kisaran PH rendah.
Buffer
Merupakan campuran garam monobasik dan dibasik, contoh adalah buffer fosfat anorganik dapat mempertahankan Ph di atas 7,2.
Ion-ion lain.
Loga berat seperti Ag, Hg, Cu, Au, dan Pb pada kadar rendah dapat bersifat meracuni (toksin)karena mempunyai daya oligodinamik, yaitu daya bunh logam berat pada kadar rendah.
Listrik
Berakibat terjadinya elektrolisis pada medium pertumbuhan.
Menghasilkan panas yang dapat mempengaruhi pertumbhan mkroba, sel mkroba dalam suspensi akan mengalami elektroforesis.
Radiasi
Menyebabkan ionisasi molekul-molekul di dalam protoplasma merusak mikroba yang tidak mempunyai pigmen fotosintesis.
Tegangan muka
Tekanan hidrostatik
Getaran
Faktor biotik
Interkasi dalam satu populasi mikroba
Interaksi positif
Meningkatkan kece[patan pertumbuhan dan kepadatan populasi
Interaksi negatif
Menrunkan kecepatan pertumbuhan dengan meningkatkan kepadatan populasi, misal: populasi mikroba yang ditumbuhkan dalam substrat terbatas.
Interaksi antar populasi mikroba
Netralisme
Komensalisme
Sinergisme
Mutualisme
Kompetisi
Amensalisme
Parasitisme
Predasi

NUTRISI DAN MEDIUM MIKROBA

NUTRISI DAN MEDIUM MIKROBA

Fungsu nutrisi untuk mkroba
Bahan makanan yang digunakan berfungsi sebagai sumber energi, bahan pembangun sel, dan sebagai aseptor atau donor elektron. Dalam garis besarnya, bahan makanan dibagi menjadi tujuh golongan yaitu : air sumber enrgi, sumber karbon, sumber aseptor elektron, sumber minerak, faktor tumbuh, sumber nitrogen.
Penggolongan mikroba berdasarkan nutrisi dan oksigen.
Berdasarkan karbon
Jasad ototrof ialah jasad yang memerlukan sumber karbon dalm bentuk anorganik, mial CO2, dan senyawa karbonat.
Jasad heterotof ialah jasad yang memerlukan sumber karbon dalam bentuk senyawa organik yang terdiri dari jasad saprofit dan jasad parasit.
Berdasarkan sumber energi
Jasad fotorof, jika menggunakan energi cahaya
Jasadkemotrotof, jika menggunakan enrgi dari reaksi kimia.
Berdasarkan sumber donor elektron
Jasadtitrotof ialah jasad yang dapat menggunakan donor elektron dalam bentuk senyawa anorganik seperti H2, NH3, H2S, dan S.
Jasad organotrof adalah jasad yang menggunakan donor elektron dalam bentuk senyawa organik.
Berdasarkan kebutuhan oksigen
Jasad aerob adalah jasad yang menggunakan oksigen bebas sebagai satu-satunya aseptor hidrogen yang terakhir dalam proses respirasinya.
Jasad anaerob, sering disebut anaerob obligat
Jasad mikroaerob adalah jasad yang yang hanya memerlukan oksigen dalam jumlah yang sangat sedikit.
Jasad aerob fakultatif ialah jasad yang dapat hidup dalam keadaan anaerob maupun aerob.
Jasad kapnofil ialah jasad yang memerlukan kadar oksigen rendah dan kadar Co2 tinggi.
Medium Pertumbuhan Mikroba
Macam-macam medium pertumbuhan
Medium Dasar
Medium Sintetik
Medium Kompleks
Medium diperkaya

Selasa, 23 November 2010

ENZIM MIKROBA

ENZIM MIKROBA
Enzim adalah katalisator organik yang dihasilkan oleh selm yang berfungsi untuk mempercepat reaksi kimia.

Setelah reaksi berlangsung, enzim tidak mengalami perubahan jumlah, sehingga jumlah enzim sesudah reaksi dan sebelum reaksi adalah tetap.
Mekanisme bekerja enzim
Sat berlangsungnya reaksi enzimatik terjadi ikatan sementara antara enzim dengan subtratnya yang bersifat lebih dan hanya untuk waktu yang sangat singkat saja. Selanjutnya ikatan enzim subztrat akan pecah menjadi enzim dan hasil akhir.
Struktur enzim
Pada umumya enzim tersusun dari protein, dapat berupa protein sederhana atau protein yang terikat pada gugusan non protein.
Dialisis enzim dapat memisahkan bagian-bagian protein yaitu bagian protein yang disebut apoenzim dan bagian non protein yang berupa koenzim, gugus prostetis dan kofaktor ion logam.
Penggolongan enzim
Berdasarkan tmpat bekerjanya
Endoenzim
Eksoenzim
Berdasarkan daya katalis
Oksidoreduktase e. isomerase
Transferase f. Ligase
Hidrolase g. Enzim lain dengan tatanama berbeda
Liase
Berdasarkan cara terbentuknya
Enzim Konstitutif
Enzim Adaptif
Faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi enzimatik
Substrat
Suhu
Kemasaman (Ph)
Penghambat Enzim (inhibitor)
Aktivator atau kofaktor
Pengiduksi (induktora)

BIOENERGENETIK MIKROBA

BIOENERGENETIK MIKROBA
Biooksidasi dan Pemindahan Energi
Energi yang berasal dari cahaya harus diubah menjadi energi kimia sebelum digunakan dalam reaksi endergonik
Oksidasi dalam sel dikatalisis oleh enzim yang mempunyai kofaktor atau gugus prostetis.
Fermentasi
Suatu reaksi – reduksi disebut fermentasi (respirasi anaerob) apabila sebagai aseptor elektron yang terakhir bukan oksigen, dan fermentasi merupakan bagian perombakan gula secara anaerob.
Respirasi
Respirasi adalah proses oksidasi biologis dengan O2 sebagai aseptor elektronnya yang terakhir.


Fotosintesis
Fotosintesis menggunakan cahaya sebagai sumber energi. Proses ini menggunakan pigmen klorofil untuk mengabsorpsi energi cahaya dan mengubahnya menjadi energi kimia. Jika klorofil terkena cahaya, akan mengabsorbsi sebesar h sehingga terangsang dan membebaskan elektron, klorofil menjadi bermuatan positif, elektron yang lepas akan bergerak lewat sistem transpor elektron dan kembali ke pusat reaksi klorofil.
Penggunaan energi oleh Jasad
Enregi digunakandalam setiap reaksi endergonik dan reaksi reaksi eksergonik, untuk memulai reaksi diperlukan energi aktifasi, dalam setiap reaksi enzim mempunyai peranan penting, proses yang memerlukan energi antara lain proses biosintesis molekul kecil dan molekul makro, yang akhirnya menuju kepertumbuhan dan pembiakan, gerak, dsb.
Katabolisme makromolekul
Terjadi proses peruaraian, antara lain:
Peruaraian karbohidrat
Peruraian lemak
Peruraian protein
Peruaraian asam nukleat
Dibantu oleh enzim dan selanjutnya di metabolisme lewat siklus krebs.