FISIOLOGI SIRKULASI
Sitem sirkulasi
Fungsi :
Menjamin terpenuhinya kebuthan tubuh akan asari makanan da oksigen
Menjamin pembuangan zat sisa metabolisme dari tubuh dengan segera
Berperan penting dalam penyerapan panas tubuh.
Komponen Sistem Sirkulasi
Jantung, komponen menyusun sistem sirkulasi yang berfungsi sebagai pompa penggerak cairan tubuh di sepanjang pembuluh, ada dua jantung yaitu jantung tubuler, terdapat pada hewan invetebrata, bentuk sederhana dan tidak mempunyai klep, bekerja secara kontraksi peristaltik.
Jantung berongga, terdapat pada hewan vertebrata, merupakan organ ototyang mampu mendorong darah ke dalam berbagai bagian tubuh dan mampu mempertahankan aliran darah dengan bantuan sejumlah klep, kontraksi otot jantung terjadi secara periodik.
Pembuluh, saluran yang akan dilewati oleh cairan yang beredar keseluruh tubuh yang terdiri dari pembuluh darah (arteri, vena, da kapiler), dan pembuluh limfe pada berbagai hewan.
Vertebrata tingakt tingi, saluran buntu dengan ujung terbuka, tinggnya mengangkat kelebihan cairan di ekstrasel kesirkulasi darah.
Hewan invetebrata, tidak ditemukan adanya pembuluh limfe kecuali pada (teleostei)
Hewan tingkat rendah, ditemukan berbagai bentuk peralihan (intermediet) yang menunjukkan adanya perkembangan sisitem pembuluh limfe.
Cairan tubuh (extra sel dan intra sel)
Cairan extra sel 25%
Ditemukan pada berbagai tempat dengan sebutan yang berbeda.
Cairan jaringan
Cairan darah
Cairan limfe
Cairan hemolimfe
Cairan ekstrasel pada semua hewan mengandung sel jenis tertentu yang bergerak melalui ruang-ruang antar jaringan yang berfungsi dalam transforat gas. Pertahanan tubuh dan proses pembekuan darah.
Pada hewan dengan sistem sirkulasi terbuka, cairan yang mengalir dalam pembuluh dan di ruang antar sel merupakan cairan yang sama yang dinamakan hemolimfe.
Fungsi Darah, secara umum :
Mempertahankan kondisi lingkungan dalam keafdaan relatif konstan, yang mana mekanismenya disebut homeostatik.
Secara khusus :
Mensuplai zat-zat makanan dari saluran pencemaran kejaringan – jaringan .
Mensuplai oksigen dari paru-paru kejaringan-jaringan
Membawa dan membuang zat-zat yang tidak berguna dari jaringan-jaringan keorgan-organ ekskresi
Mendistribusikan sekresi kelenjar endokrin dan zat kimia yang mengatur fungsi sel.
Membantu menyelenggarakan keseimbangan komposisi air dalam berbagai organ tubuh.
Cairan Darah Susunannya :
Sel Darah
Eritrosit
Leukosit
Trombosit
Plasma Darah
Plasma darah megandung sekitar 90% air dan berbagai zat terlarut didalamnya seperti :
Nutrien glukosa, monosakarida, asam amino, dan lipid). Bahan untuk dibuang : urea dan senyawa nitrogen.
Berbagai ion : natrium, kalium dan sulfat
Bahan lain yang tedapat dalam darah, misalnya hormon, gas respirasi, vitamin dan enzim
Protein plasma : albumin, globulin dan fibrinogen terdapat pada hewan tingkat tinggi (vertebrata)
Sistem Sirkulasi Pada Hewan :
Sistem sirkulasi terbuka, contoh mollusca
Sistem sirkulasi tertutup, contoh vertebrata.
Jatung bekerja dengan dengan melakukan gerakan memompa secara terus-menerus, tekanan dipertahnkan tetap tinggi, mengakibatkan darah yang keluar dair pembuliuh akan segera masuk kembali ke jantung dengan cepat
Mekanisme Pertukaran Zat
Tekanan sistole dan diastole manusia dalah 120/80mmHg artinya darah yang dipompa oleh jantung memberikan tekanan sebesar 120 mm Hg.
Pertukaran zat antara pembuluh kapiler dan cairan ekstrasel
Dinding kapiler yang semipermiabel dan tekanan darah yang lebih tinggi mendorong cairan keluar dari pembuluh dengan ultrafiltrasi, namun protein plasma tetap dipertahankan dalam kapiler.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar